Langsung ke konten utama

Postingan

Aku Ingin Menyerah, Tapi...

  Tiba-tiba air mata menetes membasahi pipi. Dada terasa nyeri dan sesak. Sudah berminggu-minggu, aku berada dalam kondisi yang tak menentu. Jantungku berdebar ketakutan tiap kali suara nafas yang semakin berat itu terdengar olehku. Memori buruk menyeruak menjadikanku berpikir berlebihan. Sore itu aku harus pergi meninggalkan zona nyamanku. Dengan persiapan yang seadanya, aku pergi dan berharap semua akan segera baik-baik saja sehingga aku segera kembali. Kukira kepergianku hanya sebentar. Namun, nyatanya Allah Subhanahu wa ta'ala  berkehendak lain. Aku mengeluh dan merasa berat. Aku mengadu pada Dia Yang Maha Kuasa. Mengapa aku harus ada di posisi seperti ini? Aku lelah Ya Allah. Aku merasa berat dan tidak ingin berada di posisi seperti ini. Aku merasa ingin menyerah. Berbagai skema "andai saja" muncul di kepalaku. Berangan-angan andai tidak begini dan begitu pasti aku tidak akan ada di masa sulit ini. Tapi ternyata semua itu percuma. Hai diriku! Percuma kamu berandai-an...

Gimana Sih Caranya Menjadi Orang Tua Ideal Anak Jaman Jigeum?

Anakku pegang gadget terus-terusan. Kalau disuruh stop marah-marah dan kalau sudah main game jadi nggak inget waktu. Anakku kemarin minta les berenang. Namun ternyata cuma 2 minggu lalu ia minta berhenti karena ingin les menggambar. Anakku sering sekali tantrum. Ketika apa yang dia mau tidak segera diberikan, ia akan gulung-gulung di lantai dan menangis keras. Aku lelah batin dan fisik menghadapinya. Anakku belum bisa berbicara padahal usianya sudah 3 tahun. Kawan-kawannya sudah lancar berbicara 2 kata hingga satu kalimat. Bahkan bisa bertanya berbagai macam hal yang dilihatnya. Anakku tidak bisa membantuku mengerjakan pekerjaan rumah. Dia memang sudah duduk di bangku SD tapi membersihkan tempat tidurnya saja dia tidak bisa. Anakku kalau diminta hafalan susah banget. Padahal sudah tinggal dikit lagi dia hafal juz 30. Itulah sekelumit kisah orang tua saat ini yang bisa menyebabkan lelah batin dan fisik. Menghadapi tantangan dalam mengasuh putra-putrinya yang memiliki dinamikanya masing-...

Mengubah Halang Rintang Menjadi Kekuatan, Bergerak Bersama Untuk Indonesia Bebas Kusta

Malu dan berusaha untuk menyembunyikan sakitnya saat ia ditanya tentang apa yang ia derita. Teman-temannya pergi menjauhinya dan juga menghindarinya. Mereka tak mau bermain dengannya karena ada hal yang ditakuti akan menimpa mereka. Ya, mereka takut tertular 'penyakit kutukan' yang dideritanya. Tak sedikit yang berkata bahwa penderita kusta harus diasingkan. Rafael, remaja berusia 16 tahun ini menceritakan bagaimana awal kisahnya saat ia terdiagnosa kusta. Mulanya ia tidak tahu apa itu kusta. Yang ia tahu saat itu hanya sebatas bahwa kusta adalah penyakit kulit. Namun ternyata pandangan orang terhadapnya sebagai penderita kusta berbeda. Teringat dahulu ketika saya duduk di bangku Sekolah Dasar, stigma bahwa kusta adalah penyakit berbahaya memang benar adanya. Sebuah penyakit kulit yang menyebabkan penderitanya akan kehilangan jari-jari tangan dan kakinya. Mereka yang menderita kusta pun akan diasingkan agar tidak menularkan kepada yang lain.  Lalu bernarkah penyakit kusta adala...

Hal "Amazing" yang Akan Kamu Dapat Ketika Kamu Mau Bersabar

"DUH!   disuruh sabar melulu. Coba deh kamu ada di posisiku. Pasti sama aja nggak akan bisa sabar terus" sambil diiringi isak tangis. "Iya aku tahu, memang sabar itu nggak mudah. Sabar itu berat banget. Mungkin kalau aku di posisimu, aku juga harus belajar lebih extra untuk bisa bersabar. Tapi kalau kamu mau bersabar, nanti kamu akan......" *** Sabar itu salah satu tugas terberat bagi hati. Bener nggak? Rasanya susah banget buat sabar kalau kita sudah ada di posisi yang menguras tenaga dan emosi. Tapi tahu nggak sih kalau s abar itu merupakan salah satu aktualisasi diri dari akhlak seorang muslim? Jadi dilansir dari almanhaj.or.id, sabar adalah menahan jiwa agar senantiasa taat kepada Allah, dan menahannya dari berbuat maksiat, dan menahan jiwa dari rasa tidak ridha terhadap takdir-Nya, sehingga seseorang bisa menahan jiwanya dari menampakkan rasa jengkel, jemu, dan bosan. Kalau kita pernah lihat sebuah bangunan tinggi yang kokoh, apa yang bisa terbersit dalam pikir...

ASUS Vivobook Pro 14 OLED (M3400) Itu Kayak Kortikosteroid Si Obat Serba Bisa

Semasa pandemi covid-19, apakah ada yang merasa was was kalau tiba-tiba tenggorokannya gatal dan nyeri saat digunakan menelan? Mungkin tiba-tiba jadi parno juga karena badan meriang, hidung meler, dan muncul batuk? Iya jadi parno, jangan-jangan virus satu ini masuk dan berdiam diri di dalam tubuh.  Nggak sedikit dari kita yang buru-buru buka internet,  scrolling informasi sana dan sini. Mencoba mencari justifikasi sebenarnya apa yang terjadi sama tubuh ini. Dan yang paling penting mencari "jawaban" dari sebuah pertanyaan besar bagi diri. Penyakit yang satu ini memang mencuri perhatian kita  kan ? Penyebarannya yang begitu cepat dan masal membuat banyak negara kelabakan. Sampai-sampai pemerintah kita membuat berbagai kebijakan untuk membatasi pergerakan masyarakat. Berawal dari PSBB, PSBB Transisi, PPKM Darurat, dan PPKM Empat Level. Pun berbagai strategi lain yang dieksekusi oleh pemerintah dalam rangka menghadapi pandemi covid-19 ini.         ...