Langsung ke konten utama

Postingan

Me time, biar waras? Bukti self love?

Suatu malam, saya seperti ditampar, dibangunkan dari angan-angan yang ternyata bisa menyeret saya ke panasnya api neraka. Gimana enggak? Pandangan saya sejauh ini nyatanya melenceng dari yang seharusnya. Ibarat kalau kita naik mobil mau pergi dari Malang ke Surabaya, nyasar dulu lewat Blitar. Hari itu, alhamdulillah Allah Ta’ala mudahkan untuk ikut salah satu taman surga, BRANGKAT, kelanjutan program dauroh parenting dari Mujahadah Parents Project dan inisiatif ummahat alumni KUPAS. Isu Penting Bu ibu semua, pastinya udah nggak asing sama istilah yang satu ini. Me time . Waktu untuk diri sendiri, kurang lebih begitu artinya. Coba kita kulik si me time ini. Isu me time menjadi penting saat adanya peran baru yang diemban yang mana udah nggak lagi self centered . Bener nggak? Dulu sewaktu masih single, belum berkeluarga, menikmati mandi dan rebahan di kasur bukan hal yang istimewa untuk dilakukan. Mau mandi sambil luluran bebas aja. Nah kalau sekarang sewaktu sudah jadi ibu, ke kamar mand...

Kalimat Thayyibah - Subhanallah

Ada beberapa kalimat ringan dengan makna yang sungguh luar biasa. Mungkin kalimat-kalimat ini sudah sangatlah sering didengar bahkan diucapkan. Mungkin malah kita tidak sadar mulai kapan mempelajarinya. Namun terkadang menyepelekan untuk memahami maknanya dengan benar. Kalimat thayyibah adalah kalimat yang mudah dan ringan sekali untuk diucapkan. Kalimat yang memiliki makna yang baik serta bermanfaat bagi diri sendiri juga orang lain. Kalimat yang baik yang mengandung kebenaran dan kebaikan. Salah satu corong hati adalah mulut. Ketika apa yang keluar dari mulut adalah sesuatu yang baik, maka hati kita pun insya Allah berisikan sesuatu yang baik pula karena mulut adalah cerminan hati. Mulut yang dengan ringannya mengucapkan kata-kata yang baik seperti kalimat-kalimat thayyibah akan dapat menjaga bersihnya hati. Subhanallah Apa yang terbersit pertama kali dalam pikiran kita ketika mendengar kalimat ini? Kalimat yang sudah sangat tidak asing tentunya di telinga kita. Kita pun sering kali ...

Sebuah Renungan

  Kadang kita itu kayak ngerasa capek, lelah, jenuh gitu nggak sih sama kehidupan? Kayak misalnya udah jenuh aja burnout , tiap hari kerja terus, deadline numpuk tapi tetep hidupnya gitu-gitu aja. Tiap hari ngurusin rumah yang nggak ada selesainya sampai rasanya mulut sama badan sama capeknya karena kebanyakan ngomel.  Bahkan mungkin ada yang pernah ngerasain kayak desperate alias hopeless banget gitu sama hidup. Kayak ngerasa nggak berguna aja buat diri sendiri apalagi orang sekitar. Nggak punya tujuan hidup yang bisa diperjuangin. "Aku ngerasa udah nggak ada gunanya hidup udah capek banget rasanya mau mati aja lah, kayaknya enak mati biar kelar semua urusan, daripada hidup nggak berguna kek gini" "Kenapa hidupku nggak pernah bahagia? Ada aja masalah. Belum kelar yang ini dateng yang lain. Capek banget hidup. Mending mati aja" "Aku udah lama berobat tapi ngga ada progres yang signifikan. Aku nggak mampu nahan sakit kayak gini terus. Dah lah mati aja" B...

Sungguh Pertolongan Allah Itu Dekat

Penderita asma umumnya akan panik jika tiba-tiba ada suara wheezing alias ngik ngik seperti suara seruling. Termasuk saya si penderita asma sedari belum bisa membaca. Bersamaan dengan wheezing , muncul pula kondisi dada berat dan nafas pendek. Mengapa saya menjadi panik? Karena kondisi itu adalah alarm bagi saya bahwa saya sedang dalam serangan asma. Menurut WHO, asma adalah kondisi jangka panjang yang dapat mempengaruhi anak-anak maupun orang dewasa. Saluran udara di paru-paru menjadi sempit karena peradangan dan pengencangan otot-otot di sekitar saluran nafas. Pada penderita asma, pemicu munculnya serangan dapat bervariasi. Ada yang disebabkan oleh rokok, debu, dingin, serbuk sari dan lain sebagainya termasuk makanan tertentu. Kalau saya, pemicu asmanya adalah debu, udara dingin, bulu, asap rokok, dan juga coklat. Yaps coklat. Apabila kondisi saya tidak fit dan asma sedang dalam fase tidak terkontrol makan coklat dapat memicu timbulnya serangan asma. Menghirup udara bebas Oksigen d...

Merekalah Orang-Orang yang Cerdas

Bagaimana pendapat kita saat ditanya tentang apa itu cerdas? Ada yang bilang cerdas itu kalau juara umum dari SD sampai kuliah. Nggak sedikit juga yang menganggap kalau cerdas itu yang berhasil lulus kuliah cepat plus indeks prestasi cumlaude plus bekerja di perusahaan multinasional atau jadi PNS. Bahkan ada yang berpendapat kalau orang cerdas itu mereka yang berprofesi sebagai ilmuwan. Pendapat-pendapat tersebut boleh-boleh saja karena cara pandang setiap orang terhadap sesuatu tentunya beda-beda. Tapi sejatinya ada pakem tersendiri tentang kecerdasan. Cerdas tentang kehidupan dunia penting tapi jangan lewatkan kecerdasan yang sesungguhnya. Cerdas yang sesungguhnya Pernah nggak sih terbersit dalam hati kita rasa iri melihat teman yang menurut kita cerdas? Golongan cerdas yang berhasil dalam pendidikannya. Selalu juara pertama dan menempati posisi best of the best dalam setiap kesempatan atau bahkan pada teman di dunia kerja. Well, iri dalam pencapaian dunia memang sering menghiasi ...